Sejarah Ibnu Sina



Nama lengkap Ibnu Sina adalah Abu 'Ali al Husain ibnu Abdillah ibn hasan ibnu 'Ali sina.Di Eropa(dunia barat)Ibnu Sina lebih dikenal dengan sebutan Avicenna.Dari bahasa Spanyol kata Ibnu untuk Ibnu Sina diucapkan Aben atau Even.Terjadinya perubahan ini berawal dari usaha penerjemahan naskah-naskah arab ke bahasa latin pada pertengahan abad kedua belas di spanyol.Ibnu Sina dilahirkan pada tahun 370 H/980 M di kota Afshana,sebuah kota kecil dekat Bukhara,sekarang wilayah Uzbekistan(bagian dari persia).Ayah Ibnu Sina bernama Abdullah dari Balkh merupakan seorang sarjana terhormat, pada saat kelahiran putranya yaitu Ibnu sina,ia menjabat sebagai gubernur suatu daerah di salah satu pemukiman Nuh Ibnu Mansur(sekarang wilayah Afganistan) nama ibunya bernama Satarah berasal dari daerah Afshana.Setelah ayahnya meninggal,Ibnu Sina berusia 22 tahun, beliau hijrah ke Jurjan, suatu kota di dekat Laut kaspia, di sanalah ia mulai menulis ensiklopedianya tentang ilmu kedokteran kemudian terkenal dengan nama al-Qanun fi al-tibb(the Qanun).Kemudian Ibnu Sina pindah ke Ray, kota disebelah Teheran, selanjutnya Ibnu Sina bekerja kepada Ratu Sayyedah dan anaknya majd al Dawlah.Kemudian sultan Syams al-Dawlah penguasa di Hamdan( di bagian barat Iran) mengangkat Ibnu sina sebagai menterinya.Kemudian hijrah ke Isfahan. Ibnu Sina wafat pada hari Jumat pertama Ramadhan tahun 428 H/1037 M di Hamazan pada usia 57 tahun, karena penyakit disentri yang dideritanya.